• Tue. Jan 31st, 2023

Mengenal parenting styles, manfaat dan contohnya

Byadmin

Dec 15, 2022
Mengenal parenting styles, manfaat dan contohnya

Parenting styles bisa diartikan dengan sederhana sebagai gaya mendidik. Sebagai orang tua Anda tentu ingin anaknya dapat yang terbaik. Karena itu perlu memahami soal gaya mendidik. Dengan adanya style anak akan merasakan manfaatnya. Dengan stye pula Anda bisa menerapkan sejumlah  teori pendidikan. Makanya mahami ini sangat penting.

Ada banyak model pengasuhan di dunia ini. Dalam dunia sekolah, dunia keluarga. Ketika Anda ingin anak menjadi yang terbaik, tentukan sejak dini. Ambil sebuah model asuh anak. Dalam kesempatan kali ini kita akan belajar mengenai itu semua. Mari kita simak mulai dari awal.

Mengenal Parenting Syles

Apa sih parenting syles sebenarnya? Sebuah pola asuh orang tua kepada anak. Baik dari sisi psikologi, sosial atau semisalnya. Pola ini wajib dipunyai orrang tua yang ingin membentukan anaknya sukses di suatu bidang. Sebagai contoh Anda ingin anak sukses menjadi orang yang paham agama, sejak kecil terapkan pendidikan ini ke anak.

Manfaat Parenting Styles

Anak bukanlah beda mati. Dia bergerak, bernyawa dan berperasaan. Maka dengan adanya model asuh akan memudahkan orang tua dalam membentuk karakternya. Berikut beberapa manfaat parenting styles.

  1. Memiliki Kerangka

Jika ingin anak menjadi yang terbaik buat kerangka asuhnya. Dengan kerangka orang tua apa yang harus diberikan apa yang tidak. Selain itu, kerangka ini juga memudahkan dalam pola didik, asuh dan semisalnya.

Tapi orang tua tidak boleh otoriter. Hanya bisa menyuruh anak menuruti kemauan orang tua saja, tanpa peduli dengan perasannya.

  1. Memudahkan dalam asuhan

Ini juga manfaat lainnya. Dengan adanya gaya mengasuh orang tua akan mudah menangani ketika anak sedang problem.

Contoh Parenting Styles

Ada empat jenis gaya asuh anak. Mari kita langsung saja cek ke di bawah ini.

1. Authoritative

Disebut juga dengan pola asuh demokratif. Dalam pola asuh ini, terjadi komunikasi dua arah. Anak bisa mengemukakan pendapatnya begitu juga dengan orang tua. Pola asuh ini banyak dipakai oleh orang tua yang menganut sistem demokratis.

2. Authoriatrian

Disebut juga dengan pola asuh otoriter. Ini sangat tidak dianjurkan, karena anak hanya menjadi objek yang harus menuruti orang tua. Sudah banyak korban dari pola asuh ini. Umumnya dipakai oleh orang yang hanya mengandalkan kasih sayang dalam mendidik anak.

3. Premissive (Indulgent)

Orang tua lemah dengan anak. Dia cenderung memanjakan anak saja. ciri-cirinya orang tua bersikap hangat tapi selalu menuruti keinginan anak. Ini sangat tidak dianjurkan.

4. Neglectful

Orang tua tidak tegas. Tidak memberikan batasan jelas. Banyak yang mengatakanpola asuh jenis ini berasal dari orang tua dengan penyakit mental.

Bunda, itulah sedikit informasi yang bisa kami berikan untuk Anda. Semoga bermafaat dan sampai jumpa pada kesempatan yang lain.